Boracay Getaway

Lagi-lagi, dalam rangka memanfaatkan ‘kesempatan dalam kesempitan’ setelah perjalanan tugas kerja, saya jalan-jalan ke Boracay, sendirian! Sebenarnya, bukan kali pertama buat saya jalan-jalan sendirian. Namun untuk jalan-jalan sendirian ke tempat baru di luar negeri Indonesia tercinta, ini kali yang pertama. Cukup mendebarkan, namun saya sangat percaya diri. Bukan, saya bukan percaya diri karena persiapan saya sangat matang (oh, persiapan matang itu sama sekali bukan seorang virtri!), sejak awal saya percaya diri karena saya yakin saya akan menikmati perjalanan saya ini. Dan itu benar-benar terjadi.

Kamu tau berita bencana taifun atau angin topan yang menimpa Manila di akhir bulan September kemarin? Pada saat itu, saya sedang berada di sana. Dan dalam minggu itulah saya berangkat ke Boracay. Sempat khawatir juga sih membayangkan kondisi Boracay dengan melihat kondisi Manila yang berawan dan hujan di minggu itu. Mana menurut wikitravel, bulan Juni hingga Oktober memang rawan taifun di sana. Tapi kekhawatiran saya tak terjadi, angin topan dan badai (dalam pengertian sebenarnya) tak bisa menghalangi perjalanan kali ini! Terima kasih Tuhan, Boracay cerah secerah-cerahnya! Wohooo!!

boracay

Boracay terletak sekitar 1 jam perjalanan pesawat dari Manila. Teman-teman dan bos-bos saya yang berasal dari Filipina sangat berapi-api jika menceritakan Boracay. Terlihat dari pancaran mata mereka betapa mereka bangga akan tempat tujuan wisata ini. Pasir putih yang sangat halus, sehalus bedak bayi kata mereka. Saya yang berprofesi sebagai pemasar bedak bayi menjadi terpancing dibuatnya! Hihihi.

airphilMenuju Boracay sangat mudah. Saya berangkat dari Manila pagi hari, terbang menggunakan pesawat kecil (muatannya hanya sekitar 60 penumpang) menuju bandara Caticlan. Dari bandara, saya naik tricycle sekitar 5 menit saja sampai ke dermaga Caticlan. Dari dermaga, kita tinggal naik kapal feri yang bermuatan 30-40 orang selama sekitar 15 menit, dan sampailah kita di dermaga Boracay! Mirip-mirip kalau kita ke Pulau Gili kan? Bedanya, karena Gili lebih kecil, setelah sampai di Gili, dari dermaga kita tinggal jalan kaki ke penginapan, kalau di sini, lagi-lagi kita harus naik tricycle sekitar 10 menitan.

Saya memesan penginapan di Frendz Resort. Saya sangat merekomendasikannya! Baik dari segi harganya yang sangat murah, kebersihannya, dan terutama keramahan dan informatifnya sang pemilik dan pegawai-pegawainya. Dan kamu tahu minuman pembuka apa yang mereka tawarkan? Bir San Miguel dingin! Aihh, segarnya!!! Kontan saja saya dan seorang tamu lain yang baru datang tersenyum bahagia dibuatnya di pagi menjelang siang yang cerah itu.

bora-beach

Saya tidak ingin menyia-nyiakan dua hari saya di Boracay. Siang itu, setelah jalan-jalan sejenak menikmati birunya laut, cerahnya langit, dan halusnya pasir putih Boracay (baik, harus saya akui, para pinoy itu benar! :)),

saya mengelilingi pulau menggunakan perahu layar kecil yang disebut Paraw. Unik deh perahunya. Kita hanya bisa duduk di atas jaring yang terpasang di antara dua bambu di kiri dan di kanan badan perahu. Sepanjang perjalanan, bersiap-siaplah menerima deburan air laut di wajah dan di sekujur badan.

Menyewa perahu selama 3-4jam seorang diri tentu saja mahal. Terima kasih pada pemilik penginapan yang menganjurkan saya untuk bergabung pada 3 orang mahasiswa Jerman yang juga ingin mengelilingi pulau dan menikmati keindahan bawah laut di sana sehingga saya bisa mengirit dan tentunya bisa lebih menikmati perjalanan. Mereka teman-teman perjalanan yang seru dan menyenangkan! Kami tak henti-hentinya bercakap-cakap dan tertawa-tawa dalam mengelilingi pulau itu. Kami snorkeling ke 2 titik dan beristirahat makan siang di salah satu pantai yang juga cantik dan lebih tenang dibandingkan pantai tempat kami menginap.

new-friendsNamun Boracay bukanlah tempat menikmati keindahan bawah laut. Bawah lautnya (maaf) tidak bagus! Phuket masih lumayan. Tapi keduanya, jauh dari cantiknya bawah laut Indonesia 🙂 Boracay adalah tempat menikmati keindahan pantai, keindahan laut, dan keindahan senja. Senja di Boracay menjadi semakin indah dengan lekuk siluet perahu-perahu layar yang masih mengarungi ombak di petang hari.

bora-sunset

Boracay juga merupakan tempat menikmati gemerlapnya malam di pesisir pantai; tempat menikmati makan malam hidangan laut yang sedap, (lagi-lagi) menikmati bir dingin yang dijual murah, menikmati seniman yang melukis tiada henti, menikmati hembusan angin laut yang sepoi-sepoi, menikmati hiburan para penyanyi yang bersuara merdu lengkap dengan akustiknya.

bora2bora3bora4

Boracay yang ramai, Boracay yang ramah. Boracay adalah tempat berkumpulnya turis-turis domestik dan mancanegara. Jika kamu pergi seorang diri seperti yang saya lakukan, kamu pasti tidak akan kesepian di sana. Apalagi jika kamu berkenalan dengan teman-teman baru yang seru dan mengajakmu bermain kartu ‘arschloch’ (harap jangan diartikan, hihihi) hingga tengah malam, atau dengan seorang teman yang menginspirasimu untuk jalan-jalan ke berbagai negeri selama enam bulan penuh (huhuhu, mengiri berat saya dibuatnya!).

Idealnya, saya menyukai jalan-jalan bersama sahabat-sahabat atau teman-teman saya. Bersama sahabat dan teman, kita bisa menikmati waktu dan berbagi rasa dalam pengalaman yang sama. Namun jika tidak memungkinkan, jalan-jalan sendirian juga bisa jadi menyenangkan! Bersentuhan dengan hal-hal baru, berkenalan dengan teman-teman baru dan lucu adalah sebuah pengalaman seru tersendiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You can use markdown, yes that awesome markdown.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.