Hyg Dig!

Indiakaj
Indiakaj, Kopenhagen

Terpisah jarak seperempat bumi dari rumah dan di tengah hilangnya kehangatan tropis pada salah satu musim dingin terburuk yang menerpa Skandinavia; seperti Thumbelina, kami merasa sekecil jempol dalam perjalanan kali ini. Beruntung kami mengawali petualangan kali ini dengan bantuan Dyah, seorang kawan lama dengan keluarga kecilnya yang sudah beberapa tahun menetap di Kopenhagen. Dua hari pertama dari total empat hari Kopenhagen, kami menginap di apartemen mereka di kawasan Indiakaj, yang diapit oleh kastil Kastellet, sejumput laut yang mengarah ke Swedia dan patung Little Mermaid.

Københavnere dengan sepedanya
Københavnere dengan sepedanya

Hari pertama di Kopenhagen kami berjumpa dengan matahari. Sebuah momen yang sangat jarang di musim dingin. Di hari ketika matahari mampir itu, kami sedikit bisa melihat bagaimana Københavnere menjalani hidupnya sehari-hari. Dengan suhu sekitar minus tiga derajat kami masih menjumpai orang jogging hanya berbalut spandex! Selain menggunakan transportasi publik, Københavnere adalah pengguna sepeda, seperti orang Amsterdam. Sekitar 36% penduduk Kopenhagen menggunakan sepeda untuk pergi bekerja atau sekolah setiap harinya. Sepeda yang dibawa ke dalam bus, kereta, atau metro adalah pemandangan yang lumrah di Kopenhagen, selumrah orang-orang yang membawa stroller.

Ya, Kopenhagen adalah kota yang paling ramah menyapa bayi, dan kaum difabel. Hampir semua tempat dan transportasi mengakomodasi kebutuhan ini.  Dyah bahkan berkata, “kalian akan kecewa dengan transportasi publik di negara lain jika standarnya adalah Kopenhagen.”  Saya rasa faktor-faktor itulah yang membuat Kopenhagen menjadi kota layak huni terbaik sejagat setelah Melbourne, Australia.

Dyah, Bara, Sofyan
Dyah, Bara, dan Sofyan

Hari itu kami habiskan dengan berjalan-jalan ke pusat kota untuk menikmati matahari, berbelanja properti musim dingin, bertukar cerita, makan cemilan dan minum secangkir kopi di sebuah kafe. Memasak makanan Indonesia selepasnya, dan menutup hari yang dingin dengan minum anggur.

Setidaknya itu adalah gambaran budaya hygge orang Denmark di musim dingin. Hygge mungkin bisa diterjemahkan dengan bersantai dan menikmati hidup dengan orang-orang terdekat. Ia juga terkait erat dengan iklim musim dingin di Denmark. Dengan hari yang pendek dan yang sore yang dingin dan gelap, kebanyakan orang Denmark akan menutup tokonya pada sore hari dan mengambil lilin lalu menciptakan suasana hygge dengan orang-orang terkasih. Kami menikmati hygge di hari pertama kami di Kopenhagen, det var rigtig hyggeligt.

Hari kedua cuaca semakin memburuk. Saya terbangun di pagi buta lalu melihat keluar jendela. Gunungan salju mulai terbentuk di sekitar tempat parkir mobil. Diperkirakan matahari akan terbit pukul delapan pagi dan terbenam di jam setengah empat sore,  dan akan turun hujan salju disertai angin kencang hari ini. Cuaca buruk untuk berjalan-jalan. Kami sendiri bukan traveler tipe ambisius, kami tak akan memaksakan untuk jalan jika memang tidak memungkinkan. Saya mulai berselancar di dunia maya untuk mencari tempat-tempat terdekat untuk dikunjungi. Cukup menyenangkan mengetahui bahwa hampir semua titik yang menarik untuk dikunjungi selalu dalam walking distance, area yang bisa ditempuh dengan berjalan kaki.

Lagkagehuset Danish Pastry
Lagkagehuset Danish Pastry

Untuk memastikan keadaan, saya keluar bersama Sofyan, dan Bara, membeli wienerbrød, atau roti danish untuk sarapan di Lagkagehuset, sebuah danish pastry dekat apartemen. Harga rotinya sendiri tidak terlalu mengancam kantong mengingat Denmark adalah negara mahal.  Sekitar 10-17 DKK untuk sebuah roti.

Dan informasi prakiraan cuaca cukup benar,  karena saat itu anginnya sangat kencang dan dinginnya bukan main. Kemungkinan besar kami akan melakukan hygge lagi hari itu, tentu saja ditemani dengan roti danish yang hangat dan manis, sebelum berangkat menuju Paris, Perancis.

Hyg dig!

Latest posts by kakilangit (see all)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You can use markdown, yes that awesome markdown.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.